Selasa, 12 Maret 2013

A Few DAys Before Die (1/4)

FF/A FEW DAYS BEFORE DIE (1/4)/SHINEE/CHAPTER
TITTLE : A FIEW DAYS BEFORE DIE (1/4)
AUTHOR : BIM - @noninodi
MAIN CAST : - LEE YUNRI(OC)
- KIM JONGHYUN
- CHOI MINHO
SUPORTED CAST : - CHOI SOOYOUNG
- LEE JINKI
- KIM KIBUM
- LEE TAEMIN
- KRIS
GENRE : MISTERY
LENGTH : CHAPTERED
CHAPTERED (1/4) : TRIPLE CHOICE
PS : hello everybody... :D long time no see yah sejak debutan ep.ep saya nongol di blog baru saya ini, okeh, sekilas curcol ep.ep ini sebenernya ep.ep special buat ultahnya abang jonghyun yang jatoh hari ke-8 bulan depan, tapi karna udah ngebet pengen banget ng-post ep.ep dengan berbagai pertimbangan bahwasan.a 1 hingga 2 bulan kedepan saya sibuknya minta digebukin,  yesungdrahlah, di post hari ini aja heheh xD 
ep.ep ini terinspirasi dari kisah drama 49 Days dan sedikit curcolnya author juga sih, singkatnya ini ep.ep murni dari pemikiran author sendiri, jadi maap-maap aja yah kalo terdapat kesamaan cerita, kejadian atau adegan ma cerita lain karna ketidaksengajaan yang gak bisa di usir gitu aja. oh yah, sekilas opening aja, kalo part ini mungkin gada gregetnya to mungkin gajenya luar binasa, jadi mohon sekali lahi mohon dimaapin sekaligus dimaklumin, jangan lupa siapin kantong kresek buat jaga-jaga bakalan jetleg pas baca ini pe.ep hehehxD #plakk:ABAIKAN happy nyepi everybody buat yang ngerayain , and so pasti happy reading, no bash and RCL di tunggu selalu... :D #Gamsahae


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Kuasa Tuhan adalah Rahasia. Tak ada satupun dzat di dunia ini yang tau dan menebak kekuasaaa-Nya. Begitupun dengan makhluk yang meminta kematian mendatanginya karna ini adalah hari terburuknya. Dan tidaklah bijak seorang makhluk-Nya memohon hidup kekal karna ini hari terbaiknya.
>>>
Yunri POV
“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…..!” raungku di antara ilalang di pinggir jalan. kunaikkan suaraku meninggi hanya mengumandangkan huruf ‘A’ yang begitu panjang. Kukeluarkan segala penat yang benar-benar menjarahi ubun-ubun. Segala amarah yang telah menguap merebus halus kesabaranku.
“Tuhan… dimana lagi kujumpai keadilan-Mu. Begitu beratkah Kau mengabulkan doa-doaku? Taukah Kau betapa penatnya aku menanti keinginan kecil yang tak pernah sudi Kau penuhi? Tuhan… aku tahu Kau tahu bahwa aku begitu ingin bertemu dengan mereka. sungguh. Hanya itu yang aku inginkan di sisa usia yang tak pernah ku ketahui kapan masa habisnya.” Teriakku di hamparan padang luas dengan segaris tebal aspal yang memisahkan dua sisi jalan raya Daegu-Busan.
“baiklah, lihat ini. inilah kesanggupanku yang paling akhir. Aku menyerah. Sungguh menyerah untuk melanjutkan hidupku yang berat ini. hidupku yang hampa karna tak pernah beruntung dapat menjabat tangan mereka. maka, ku tantang kau untuk mengutus malaikat-Mu mencabut rohku sekarang juga. Silahkan!” ujarku lantang menunjuk-nunjuk langit. Berlagak hebat tanpa ketakutan. Seolah-olah di hadapanku tengah berdiri Sang Maha Khalik. Dengan bangganya kutantang kekuasaan-Nya.
Sebuah mobil mewah terlihat melaju cepat di ujung pandanganku. Aku tersenyum kecut di sudut bibirku, kurasakan sebuah kelicikan dari rencana Tuhan yang begitu cepat tunjukkan jalan ketika aku hanya meminta sebuah kematian datang. Baiklah. Ini yang aku minta dan ini yang harus kuterima.
Kulangkahakan kakiku menghadang laju mobil itu yang makin lama semakin mendekat. Tanpa ragu ku jatuhkan tubuhku tepat ketika mobil hitam metalik itu melintas di hadapanku. “ciiittt…!” kudengar suara decitan melengking dari mobil itu. dan blam… semuapun menghitam lenyap tak terlihat.
>>>
Tubuhku terjatuh, hengkang entah kemana. Ketika kusadar, hanya ruangan hitam pekat yang ada di hadapanku. Menjebakku seolah-olah meminta pertanggung jawaban dari apa yang telah aku ucapkan. Pertanggung jawaban yang di tuntut oleh Sang Khalik dari kesombongan yang telah aku lantangkan.
Setitik kecil dari kejauhan menerangi ruang gelap yang tak kukenali ini. setitik kecil itu kian lama kian membesar mendekatiku. Setitik kecil yang harusnya membuatku nyaman karna akan ada pertolongan di hadapanku. Namun entah ketakutan dari mana yang membuatku menciut seolah titik putih itu akan menelanku hidup-hidup.
“lee yunri!” ujar suara dari balik titik itu memanggilku. Sesosok tampan berpenampilan rapi dengan stelan tuxedo hitam menatapku ganas yang benar-benar membuatku ketakutan.
“n.. ne!” jawabku gelagapan. Wajah tampan namja itu terlukis jelas di hadapanku. Namja tampan berwajah vampire dengan tatapan tajam yang belum pernah kujumpai sebelumnya. Namja yang kurasa berada di urutan kedua sebagai namja tampan setelah choi minho. Ck… aigo, dalam situasi seperti inipun otakku tak dapat berhenti berhalusinasi membayangkan wajah tampan yang begitu kukagumi. Omo, minho menyingkirlah sejenak dari otakku. Kumohon ini demi keselamatanku.
“3 april 2013. Tepat pukul 17.48.37 KST.” Ujarnya melirik sekilas arlogi hitam yang menempel pada tangan kirinya. Di keluarkannya sebuah smartphone dari dalam kantong blazernya.
“Departemen Perhubungan Dua Dunia telah menerima permohonan kematianmu tepat di tengah jalan raya Daegu-Busan. jika diakumulasikan dengan tuntutan tak bertanggung jawabmu yang dengan mudahnya menantang Tuhan, maka Hukum Kematian seharusnya dapat dengan mudah kami kabulkan. Di tambah hukuman penantian selama 1000 tahun untuk menunggu masa terbukanya pintu alam bakka. Namun berdasarkan pertimbangan Dewan Agung Permohonan, kami masih memiliki hutang segudang permintaanmu yang belum terealisasikan. Dengan peninjauan sebagaimana yang telah tersampaikan oleh Katalis Dua Dunia, Wu Yifan Kris, maka kami berlakuakan 3 pertimbangan yang dapat di pilih oleh Pemutus Kehidupan Pertama.” Jelasnya membaca deretan kalimat yang terpampang pada layar handphonenya. aku hanya ber-‘ha’-ria tak mengerti kemana arah pembicaraan namja tampan yang kurasa memiliki gangguan di otaknya.
“mwo?”
“aku tak perlu tahu dan tak ingin tahu seberapa bodohnya kau di dunia yang kau tempati itu. jadi sembunyikanlah wajah bodohmu itu!” ujarnya begitu menyebalkan membuatku secara reflex tak dapat mengubah mimic kebodohan pada wajah polosku.
“mwo?” ulangku lagi benar-benar tak habis pikir pada namja di hadapanku ini yang menjabarkan ini itu yang satupun tak dapat aku masukkan dalam nalar otakku.
“aku bilang sembunyikan…”
“ya, bukan itu maksudku!” Potongku membungkam mulutnya sebelum ia akan mengatakan hal-hal panjang lagi yang tak akan kumengerti, “sebenarnya apa yang kau bicarakan? Tak bisakah mengatakan kau ini siapa dan apa maksudmu sebenarnya? Eoh?”
Dia menghela nafas panjang dan mengacak-acak rambutnya frustasi, “kurasa aku memang sudah tak cocok lagi penjadi Katalis Dua Dunia. Oh, Tuhan kapan aku akan naik jabatan?” ujarnya frustasi.
“baiklah, nona lee, aku jelaskan lagi. Aku adalah Wu Yifan atau kau dapat memanggilku Katalis Kris. Aku adalah utusan dari Departemen Perhubungan Dua Dunia defisi Pertimbangan Kematian. Aku memiliki tugas untuk memberikan pertimbangan bagi orang-orang labil yang ingin mengakhiri kehidupannya sepertimu ini.”
“mwo? Benarkah, orang yang akan mati masih memiliki kesempatan untuk memilih?” tanyaku terkagum-kagum. Tak kusangka bahwa orang yang akan matipun masih memiliki kesempatan. Untuk pertama kalinya aku merasa menjadi calon millyuner yang di beri kesempatan memilih hadiah apa yang aku inginkan.
“babo yeoja.” Gumam namja itu memandangku aneh.
“mwo? Apa katamu?”
“tak ada.” Jawabnya singkat mengeleng tak perduli. disembunyikannya kedua tangannya pada kantong celana hitamnya. “jadi apa pilihanmu?” ulangnya lagi.
“ya! Tuan dari Departemen Kematian yang agung, bagaimana aku dapat memilih? Sedangkan kau saja belum menyampaikan pilihan untukku.” Racauku menahan sabar.
“benarkah aku belum mengatkannya? Keure, kau memiliki 3 pilihan. Pilihan pertama, meninggal pada hari ini juga sesuai dengan kehendak yang kau inginkan. Pilihan kedua, meninggal tepat pada waktunya sesuai dengan jadwal kematianmu. Pilihan ketiga, pemotongan sisa usia setelah kau menyetujui penghapusan doa-doamu dan hanya menyisihkan 1 permintaan terakhir untuk di kabulkan.” Jelasnya menghitung 3 jarinya dan mengelilingiku.
“em, keuntungan apakah yang akan aku terima dari tiap pilihan itu?” tanyaku polos menimbang-nimbang.
“apa susahnya memilih satu dari 3 pilihan itu? ah, manusia memang menyebalkan. Bahkan untuk memilih hidup dan mati saja mereka masih perlu banyak pertimbangan. Ya, jangan katakan kau menyesal telah bunuh diri?”
“ck, taukah kau? Sebenarnya kau telah menghemat waktu berhargamu sebanyak 1-2 menit jika kau tadi langsung menjawabku. Jadi katakan saja apa yang bisa aku dapatkan dari ke tiga pilihan itu?” protesku tak amu kalah.
“ya, kau menyebalkan sekali. aku tidak memiliki banyak waktu untuk menjawab semua pertanyaanmu. Masih ada banyak orang yang menggantungkan hidupnya dan menungguku untuk mendengarkan pilihan yang aku tawarkan. Jadi pilih saja dan jangan banyak bertanya!” Ujarnya kesal menahan sabar.
“ya, semakin banyak kau bicara maka semakin banyak pula waktu yang kau buang. Cepat jawab saja pertanyaanku.”
“shireo.” Kukuhnya.
“semakin kau menolakku maka semakin lama pula kau membuang waktumu.” Desakku tak mau kalah.
“Ne, arraseo. Baiklah dengarkan aku baik-baik karna aku tak akan mengulangi kata-kataku lagi.” Dengusnya.
“jika kau memilih pilihan pertama, maka kau akan meninggal pada detik permohonan kematianmu itu kau sampaikan. Kau akan meninggal dengan jalan yang kau tentukan yaitu dengan bunuh diri. Dan rohmu akan menunggu selama 1000 tahun untuk masa bhakti penebusan kesalahanmu itu. sedaangkan pilihan kedua akan membuatmu hidup selama masa habisnya kontrakmu di dunia. Jadi kau akan meninggal tepat pada waktunya. Jika kau memilih pilihan kedua ini, maka jaminan hidup bahagia di dunia belum tentu akan kau dapatkan. Mengingat nafsumu yang ingin mati cukup menggebu-gebu. Aku hanya akan mendatangimu satu kali saja. Sekalipun kau berulang kali mengajukan permohonan ini. sedangkan sisa usiamu di dunia kurang dari satu bulan atau tepatnya kau masih di beri umur hingga 14 hari lagi, maka memorimu ini tak akan terhapus sebagai pengingat bahwa hidupmu tak lama lagi. Dan pilihan ketiga adalah permintaanmu yang belum tersampaiakn akan dikabulkan oleh Dewan Agung Permohonan dan masa hidupmu akan terus berkurang hingga waktunya tiba. 14 hari sisa hidupmu akan di mulai sejak kau sadar dari Konfirmasi Kematian ini. selama kau menjalani satu hari setelah konfirmasi ini, maka hari terakhirmu di dunia akan dihapuskan, begitupun dengan hari keduamu di dan begitu seterusnya. Atau singkatnya sisa hidupmu akan berkurang hingga 50% dari akumulais sisa usiamu yang tersisa.” Jelasnya panjang lebar sedikit terengah-engah.
“benarkah permintaanku akan terkabul?” tanyaku begitu sumringah. Ia mengangguk ragu dan menatapku angsal.
“baiklah aku memilih pilihan ketiga.” Jawabku tanpa ragu.
“huh, kurasa aku benar.” Ujarnya pelan merapikan kerah tuxidonya dan posisi vedora hitam yang ia kenakan.
“mwo?”
“ani bukan apa-apa. Semoga pilihanmu ini tak akan kau sesali nantinya. Sampai jumpa 7 hari lagi. Semoga bukan aku yang menjemputmu nanti.” Ujarnya pergi meninggalkan segores senyum formalitas dengan setitik putih di ruangan gelap ini. dan perlahan tubuhku serasa meringan dan ruangan gelap ini benar-benar pekat tak dapat lagi kulihat.
>>>
Kukerjapkan kelopak mataku yang masih mengatup. Kulihat sinar mentari telah menyeruak menembus sekat-sekat bening kaca yang masih tertutup. Mataku mengedar ke seluruh arah memperhatikan ruangan luas yang terpampang jelas. ini bukanlah ruang kamarku. Kamar ini terlalu luas dan mewah untuk ku tinggali. Lalu dimana aku sekarang?
Mataku kembali mengedar ke segala penjuru kamar ini. kubuka mataku lebar-lebar melawan hawa kantuk yang bergantung manja di kelopak bawah mataku. Betapa terkejutnya aku ketika kudapati wujud atletis tertidur di sofa panjang tepat di sebelah pintu penyekat ruangan ini. wajah atletis yang cukup kukagumi karna kemerduan suaranya.
Mata sipitnya terbuka. Mengerjap-ngerjap perlahan sama sepertiku. Mengedarkan mata dan berhenti menatapku yang melihatnya kaget kehabisan kata-kata. Hanya satu yang dapat aku ungkapkan. MIMPI INDAH APALAGI INI??????? Bruk… dan semuapun kembali lenyap menggelap.





TBC
>>>




nah, udah selesei. cepet banget kan? gimana gajenya superrior kan? heheh maap deh ^^v muga.muga ep.ep ini cukup menghibur kegalauan readers yang mungkin senasib gak bisa nonton mubank. satu pesan penting dari author, jangan pernah tiru kegilaan yunri. karna semua itu cuma fiksibelaka. okeh??? hehehe see you next time.. :D