FF/A FEW DAYS BEFORE DIE
(1/4)/SHINEE/CHAPTER
TITTLE : A FIEW DAYS BEFORE DIE
(1/4)
AUTHOR : BIM -
@noninodi
MAIN CAST : - LEE YUNRI(OC)
- KIM JONGHYUN
- CHOI MINHO
SUPORTED CAST : - CHOI SOOYOUNG
- LEE JINKI
- KIM KIBUM
- LEE TAEMIN
- KRIS
GENRE : MISTERY
LENGTH : CHAPTERED
CHAPTERED (1/4) : TRIPLE CHOICE
PS : hello everybody... :D long time no see yah sejak debutan ep.ep saya nongol di blog baru saya ini, okeh, sekilas curcol ep.ep ini sebenernya ep.ep special buat ultahnya abang jonghyun yang jatoh hari ke-8 bulan depan, tapi karna udah ngebet pengen banget ng-post ep.ep dengan berbagai pertimbangan bahwasan.a 1 hingga 2 bulan kedepan saya sibuknya minta digebukin, yesungdrahlah, di post hari ini aja heheh xD
ep.ep ini terinspirasi dari kisah drama 49 Days dan sedikit curcolnya author juga sih, singkatnya ini ep.ep murni dari pemikiran author sendiri, jadi maap-maap aja yah kalo terdapat kesamaan cerita, kejadian atau adegan ma cerita lain karna ketidaksengajaan yang gak bisa di usir gitu aja. oh yah, sekilas opening aja, kalo part ini mungkin gada gregetnya to mungkin gajenya luar binasa, jadi mohon sekali lahi mohon dimaapin sekaligus dimaklumin, jangan lupa siapin kantong kresek buat jaga-jaga bakalan jetleg pas baca ini pe.ep hehehxD #plakk:ABAIKAN happy nyepi everybody buat yang ngerayain , and so pasti happy reading, no bash and RCL di tunggu selalu... :D #Gamsahae
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Kuasa Tuhan adalah
Rahasia. Tak ada satupun dzat di dunia ini yang tau dan menebak
kekuasaaa-Nya. Begitupun dengan makhluk yang meminta kematian
mendatanginya karna ini adalah hari terburuknya. Dan tidaklah bijak
seorang makhluk-Nya memohon hidup kekal karna ini hari terbaiknya.
>>>
Yunri POV
“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…..!”
raungku di antara ilalang di pinggir jalan. kunaikkan suaraku
meninggi hanya mengumandangkan huruf ‘A’ yang begitu panjang.
Kukeluarkan segala penat yang benar-benar menjarahi ubun-ubun. Segala
amarah yang telah menguap merebus halus kesabaranku.
“Tuhan…
dimana lagi kujumpai keadilan-Mu. Begitu beratkah Kau mengabulkan
doa-doaku? Taukah Kau betapa penatnya aku menanti keinginan kecil
yang tak pernah sudi Kau penuhi? Tuhan… aku tahu Kau tahu bahwa aku
begitu ingin bertemu dengan mereka. sungguh. Hanya itu yang aku
inginkan di sisa usia yang tak pernah ku ketahui kapan masa
habisnya.” Teriakku di hamparan padang luas dengan segaris tebal
aspal yang memisahkan dua sisi jalan raya Daegu-Busan.
“baiklah,
lihat ini. inilah kesanggupanku yang paling akhir. Aku menyerah.
Sungguh menyerah untuk melanjutkan hidupku yang berat ini. hidupku
yang hampa karna tak pernah beruntung dapat menjabat tangan mereka.
maka, ku tantang kau untuk mengutus malaikat-Mu mencabut rohku
sekarang juga. Silahkan!” ujarku lantang menunjuk-nunjuk langit.
Berlagak hebat tanpa ketakutan. Seolah-olah di hadapanku tengah
berdiri Sang Maha Khalik. Dengan bangganya kutantang kekuasaan-Nya.
Sebuah
mobil mewah terlihat melaju cepat di ujung pandanganku. Aku tersenyum
kecut di sudut bibirku, kurasakan sebuah kelicikan dari rencana Tuhan
yang begitu cepat tunjukkan jalan ketika aku hanya meminta sebuah
kematian datang. Baiklah. Ini yang aku minta dan ini yang harus
kuterima.
Kulangkahakan
kakiku menghadang laju mobil itu yang makin lama semakin mendekat.
Tanpa ragu ku jatuhkan tubuhku tepat ketika mobil hitam metalik itu
melintas di hadapanku. “ciiittt…!” kudengar suara decitan
melengking dari mobil itu. dan blam… semuapun menghitam lenyap tak
terlihat.
>>>
Tubuhku
terjatuh, hengkang entah kemana. Ketika kusadar, hanya ruangan hitam
pekat yang ada di hadapanku. Menjebakku seolah-olah meminta
pertanggung jawaban dari apa yang telah aku ucapkan. Pertanggung
jawaban yang di tuntut oleh Sang Khalik dari kesombongan yang telah
aku lantangkan.
Setitik
kecil dari kejauhan menerangi ruang gelap yang tak kukenali ini.
setitik kecil itu kian lama kian membesar mendekatiku. Setitik kecil
yang harusnya membuatku nyaman karna akan ada pertolongan di
hadapanku. Namun entah ketakutan dari mana yang membuatku menciut
seolah titik putih itu akan menelanku hidup-hidup.
“lee
yunri!” ujar suara dari balik titik itu memanggilku. Sesosok tampan
berpenampilan rapi dengan stelan tuxedo hitam menatapku ganas yang
benar-benar membuatku ketakutan.
“n..
ne!” jawabku gelagapan. Wajah tampan namja itu terlukis jelas di
hadapanku. Namja tampan berwajah vampire dengan tatapan tajam yang
belum pernah kujumpai sebelumnya. Namja yang kurasa berada di urutan
kedua sebagai namja tampan setelah choi minho. Ck… aigo, dalam
situasi seperti inipun otakku tak dapat berhenti berhalusinasi
membayangkan wajah tampan yang begitu kukagumi. Omo, minho
menyingkirlah sejenak dari otakku. Kumohon ini demi keselamatanku.
“3
april 2013. Tepat pukul 17.48.37 KST.” Ujarnya melirik sekilas
arlogi hitam yang menempel pada tangan kirinya. Di keluarkannya
sebuah smartphone dari dalam kantong blazernya.
“Departemen
Perhubungan Dua Dunia telah menerima permohonan kematianmu tepat di
tengah jalan raya Daegu-Busan. jika diakumulasikan dengan tuntutan
tak bertanggung jawabmu yang dengan mudahnya menantang Tuhan, maka
Hukum Kematian seharusnya dapat dengan mudah kami kabulkan. Di tambah
hukuman penantian selama 1000 tahun untuk menunggu masa terbukanya
pintu alam bakka. Namun berdasarkan pertimbangan Dewan Agung
Permohonan, kami masih memiliki hutang segudang permintaanmu yang
belum terealisasikan. Dengan peninjauan sebagaimana yang telah
tersampaikan oleh Katalis Dua Dunia, Wu Yifan Kris, maka kami
berlakuakan 3 pertimbangan yang dapat di pilih oleh Pemutus Kehidupan
Pertama.” Jelasnya membaca deretan kalimat yang terpampang pada
layar handphonenya. aku hanya ber-‘ha’-ria tak mengerti kemana
arah pembicaraan namja tampan yang kurasa memiliki gangguan di
otaknya.
“mwo?”
“aku
tak perlu tahu dan tak ingin tahu seberapa bodohnya kau di dunia yang
kau tempati itu. jadi sembunyikanlah wajah bodohmu itu!” ujarnya
begitu menyebalkan membuatku secara reflex tak dapat mengubah mimic
kebodohan pada wajah polosku.
“mwo?”
ulangku lagi benar-benar tak habis pikir pada namja di hadapanku ini
yang menjabarkan ini itu yang satupun tak dapat aku masukkan dalam
nalar otakku.
“aku
bilang sembunyikan…”
“ya,
bukan itu maksudku!” Potongku membungkam mulutnya sebelum ia akan
mengatakan hal-hal panjang lagi yang tak akan kumengerti, “sebenarnya
apa yang kau bicarakan? Tak bisakah mengatakan kau ini siapa dan apa
maksudmu sebenarnya? Eoh?”
Dia
menghela nafas panjang dan mengacak-acak rambutnya frustasi, “kurasa
aku memang sudah tak cocok lagi penjadi Katalis Dua Dunia. Oh, Tuhan
kapan aku akan naik jabatan?” ujarnya frustasi.
“baiklah,
nona lee, aku jelaskan lagi. Aku adalah Wu Yifan atau kau dapat
memanggilku Katalis Kris. Aku adalah utusan dari Departemen
Perhubungan Dua Dunia defisi Pertimbangan Kematian. Aku memiliki
tugas untuk memberikan pertimbangan bagi orang-orang labil yang ingin
mengakhiri kehidupannya sepertimu ini.”
“mwo?
Benarkah, orang yang akan mati masih memiliki kesempatan untuk
memilih?” tanyaku terkagum-kagum. Tak kusangka bahwa orang yang
akan matipun masih memiliki kesempatan. Untuk pertama kalinya aku
merasa menjadi calon millyuner yang di beri kesempatan memilih hadiah
apa yang aku inginkan.
“babo
yeoja.” Gumam namja itu memandangku aneh.
“mwo?
Apa katamu?”
“tak
ada.” Jawabnya singkat mengeleng tak perduli. disembunyikannya
kedua tangannya pada kantong celana hitamnya. “jadi apa pilihanmu?”
ulangnya lagi.
“ya!
Tuan dari Departemen Kematian yang agung, bagaimana aku dapat
memilih? Sedangkan kau saja belum menyampaikan pilihan untukku.”
Racauku menahan sabar.
“benarkah
aku belum mengatkannya? Keure, kau memiliki 3 pilihan. Pilihan
pertama, meninggal pada hari ini juga sesuai dengan kehendak yang kau
inginkan. Pilihan kedua, meninggal tepat pada waktunya sesuai dengan
jadwal kematianmu. Pilihan ketiga, pemotongan sisa usia setelah kau
menyetujui penghapusan doa-doamu dan hanya menyisihkan 1 permintaan
terakhir untuk di kabulkan.” Jelasnya menghitung 3 jarinya dan
mengelilingiku.
“em,
keuntungan apakah yang akan aku terima dari tiap pilihan itu?”
tanyaku polos menimbang-nimbang.
“apa
susahnya memilih satu dari 3 pilihan itu? ah, manusia memang
menyebalkan. Bahkan untuk memilih hidup dan mati saja mereka masih
perlu banyak pertimbangan. Ya, jangan katakan kau menyesal telah
bunuh diri?”
“ck,
taukah kau? Sebenarnya kau telah menghemat waktu berhargamu sebanyak
1-2 menit jika kau tadi langsung menjawabku. Jadi katakan saja apa
yang bisa aku dapatkan dari ke tiga pilihan itu?” protesku tak amu
kalah.
“ya,
kau menyebalkan sekali. aku tidak memiliki banyak waktu untuk
menjawab semua pertanyaanmu. Masih ada banyak orang yang
menggantungkan hidupnya dan menungguku untuk mendengarkan pilihan
yang aku tawarkan. Jadi pilih saja dan jangan banyak bertanya!”
Ujarnya kesal menahan sabar.
“ya,
semakin banyak kau bicara maka semakin banyak pula waktu yang kau
buang. Cepat jawab saja pertanyaanku.”
“shireo.”
Kukuhnya.
“semakin
kau menolakku maka semakin lama pula kau membuang waktumu.” Desakku
tak mau kalah.
“Ne,
arraseo. Baiklah dengarkan aku baik-baik karna aku tak akan
mengulangi kata-kataku lagi.” Dengusnya.
“jika
kau memilih pilihan pertama, maka kau akan meninggal pada detik
permohonan kematianmu itu kau sampaikan. Kau akan meninggal dengan
jalan yang kau tentukan yaitu dengan bunuh diri. Dan rohmu akan
menunggu selama 1000 tahun untuk masa bhakti penebusan kesalahanmu
itu. sedaangkan pilihan kedua akan membuatmu hidup selama masa
habisnya kontrakmu di dunia. Jadi kau akan meninggal tepat pada
waktunya. Jika kau memilih pilihan kedua ini, maka jaminan hidup
bahagia di dunia belum tentu akan kau dapatkan. Mengingat nafsumu
yang ingin mati cukup menggebu-gebu. Aku hanya akan mendatangimu satu
kali saja. Sekalipun kau berulang kali mengajukan permohonan ini.
sedangkan sisa usiamu di dunia kurang dari satu bulan atau tepatnya
kau masih di beri umur hingga 14 hari lagi, maka memorimu ini tak
akan terhapus sebagai pengingat bahwa hidupmu tak lama lagi. Dan
pilihan ketiga adalah permintaanmu yang belum tersampaiakn akan
dikabulkan oleh Dewan Agung Permohonan dan masa hidupmu akan terus
berkurang hingga waktunya tiba. 14 hari sisa hidupmu akan di mulai
sejak kau sadar dari Konfirmasi Kematian ini. selama kau menjalani
satu hari setelah konfirmasi ini, maka hari terakhirmu di dunia akan
dihapuskan, begitupun dengan hari keduamu di dan begitu seterusnya.
Atau singkatnya sisa hidupmu akan berkurang hingga 50% dari akumulais
sisa usiamu yang tersisa.” Jelasnya panjang lebar sedikit
terengah-engah.
“benarkah
permintaanku akan terkabul?” tanyaku begitu sumringah. Ia
mengangguk ragu dan menatapku angsal.
“baiklah
aku memilih pilihan ketiga.” Jawabku tanpa ragu.
“huh,
kurasa aku benar.” Ujarnya pelan merapikan kerah tuxidonya dan
posisi vedora hitam yang ia kenakan.
“mwo?”
“ani
bukan apa-apa. Semoga pilihanmu ini tak akan kau sesali nantinya.
Sampai jumpa 7 hari lagi. Semoga bukan aku yang menjemputmu nanti.”
Ujarnya pergi meninggalkan segores senyum formalitas dengan setitik
putih di ruangan gelap ini. dan perlahan tubuhku serasa meringan dan
ruangan gelap ini benar-benar pekat tak dapat lagi kulihat.
>>>
Kukerjapkan
kelopak mataku yang masih mengatup. Kulihat sinar mentari telah
menyeruak menembus sekat-sekat bening kaca yang masih tertutup.
Mataku mengedar ke seluruh arah memperhatikan ruangan luas yang
terpampang jelas. ini bukanlah ruang kamarku. Kamar ini terlalu luas
dan mewah untuk ku tinggali. Lalu dimana aku sekarang?
Mataku
kembali mengedar ke segala penjuru kamar ini. kubuka mataku
lebar-lebar melawan hawa kantuk yang bergantung manja di kelopak
bawah mataku. Betapa terkejutnya aku ketika kudapati wujud atletis
tertidur di sofa panjang tepat di sebelah pintu penyekat ruangan ini.
wajah atletis yang cukup kukagumi karna kemerduan suaranya.
Mata
sipitnya terbuka. Mengerjap-ngerjap perlahan sama sepertiku.
Mengedarkan mata dan berhenti menatapku yang melihatnya kaget
kehabisan kata-kata. Hanya satu yang dapat aku ungkapkan. MIMPI INDAH
APALAGI INI??????? Bruk… dan semuapun kembali lenyap menggelap.
TBC
>>>
nah, udah selesei. cepet banget kan? gimana gajenya superrior kan? heheh maap deh ^^v muga.muga ep.ep ini cukup menghibur kegalauan readers yang mungkin senasib gak bisa nonton mubank. satu pesan penting dari author, jangan pernah tiru kegilaan yunri. karna semua itu cuma fiksibelaka. okeh??? hehehe see you next time.. :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar