Rabu, 30 Oktober 2013

FF/SOME TENABLES/ROMANCE/TWOSHOOT [2/2]



TITTLE                                   : SOME TENABLES [2/2]
AUTHOR                              : T.S.A / @noninodi
MAIN CAST                         : -LEE YOUNGIN
-KIM MYUNGSOO
                                                -WU YIFAN (KRIS)
SUPPORTED CAST            :   -JUNG SOOJUNG (KRYSTAL)

           -CHOI JINRI
LENGTH                                : TWOSHOOT
GENRE                                  : ROMANCE




AHAHAHHA... *EvilLaugh hahah seneng banget bisa balik bawa ff alay gw ke ranah dunia per-ff-an masa kini kekekek *NgakakSetan ada yang nunggu ff gw gak??? ada?? ada?? ada?? kalo gak ada juga gak papa sih kekek xD well, gw minta maaf dulu karena udah telat 3 hari dari jadwal postingan gw. yah mau gimna lagi modem di rumah lemotnya ngajakin brantem, gw tunggu2 eh tenyta kagak insap juga ngelemotnya... =,= well, buat yang udah nunggu ff ini silahkan aja baca ff super gaje dari author TSA yang super ketjeh... ehhehe xD oh, gw ingetin lagi kalo ff ini ff orisinil buatan otak alay bagian kiri gw, yang keinspirasi dari MVnya Secreat - Yoohoo yang gw temuin pas abis nonton popcorn malem2 di dalem kamar mandi (?) *Abaikan *AbaikanKicauanSarapAuthorGilaIni. sekali lagi juga gw umumin buat lo yang ngerasa atau nemuin kesamaan ff ini sama ff milik orang lain, please dont bash my ff, salahin aja author itu yang (mungkin) ngejiplak ff gw... hahah xD well, apapun itu hastag gw cuman pen bilang #NoBash #NoProtes happy reading all... *ILoveYa!!! :D

>>> 
“KEBENARAN tak akan pernah menjadi benar selama kau tak pernah menganggapnya benar.”
>>> 

Youngin POV
“karma itu ada! Karena darah selalu dibayar dengan darah. Apa yang telah kau lakukan, itupula yang akan kau terima nantinya. berhentilah bersikap naïf dan berhenti membuat dirimu seolah-olah terlihat tak bersalah.
Akuberkedipperlahan.Begituperlahanuntukmengaturritmeemosikusetelahbayanganpertengkaranitumerasukialamsadarku.Sudahcukupakumenjadigadisbodoh di masalalu.Takkankubiarkandirikusemakinbodohhanyakarenapancinganemosinya.
Clep. Tanganku menghangat seketika. Seseorang menggenggam telapak tanganku dan menenangkan kegugupanku. Entah perasaan damai apakah ini yang membuatku begitu nyaman berada dalam genggaman tangannya.
Aku menoleh. Menitih pandang, siapakah yang telah menggenggam tanganku tanpa ijin. Yang telah menyelamatkanku dari semua kegugupanku. Korneaku membualat tak percaya. Bahwa ia telah berada di sampingku dan menenangkanku dengan genggaman hangat tangannya.
“tak sepantasnya kalimat itu kau katakan pada teman lamamu yang telah lama menghilang dari pandanganmu.” Ujar Myungsoo kian menggenggam tanganku.
“apa kau ingin merutuki hubungan kami lagi? Sampai kapan kau akan berpura-pura tak tahu bahwa bukan pada Youngin maupun diriku yang salah pada sistem perpecahan ini? Apa kau masih mencari kambing hitam untuk kau persalahkan karena sifat kekanak-kanakaanmu itu?” tandas Myungsoo membungkam kalimat-kalimat dingin Krystal dan menarikku keluar dari coffe shop ini. Menyelamatkanku dari situasi yang selalu saja menyudutkanku.
“ya...! sampai kapan kau diam ketika ular itu mulai berbicara? Kapan kau akan membalas tindasannya itu? Bukalah matamu Lee Youngin. Tak selamanya apa yang ia katakan salah akan tetap menjadi salah. Jika kau masih bertahan memilih diam sebagai jawaban, jangan harap ia akan sadar dengan sikap kekanak-kanakannya itu.” Bentak Myungsoo frustasi masih menggenggam tanganku.
“aku tak memintamu datang dan membelaku.” Balasku dingin melepaskan cengkraman tangannya.
Aku berpaling. Membuang pandanganku dari tatapan lurusnya. Terlalu berat rasanya jika aku harus menatapnya lagi. Namun, Deg. Sepasang mata menatapku dalam penuh kerapuhan. Tatapan itu. Kris.
Ia tersenyum getir mendekatiku dan Myungsoo yang masih berdiri di bawah kerindangan pohon sakura yang tak jauh dari coffe shop yang telah menciptakan reuni dingin antara aku, jinri, Krystal dan Myungsoo.
“apakah dia alasan pentingmu mengapa kau meninggalkanku?” tanya Kris masih tersenyum padaku dengan tatapan dalam yang susah kuartikan.
“mwo?”
“seharusnya kau mengatakan padaku bahwa kau ingin menemuinya.” Imbuhnya lagi tetap tak mengalihkan matanya dari pandanganku.
“ani. Kau pasti salah faham...”
“aku tak dapat diam saja membiarkan gadis ini diperlakukan seperti itu. Lain kali aku akan mentraktirmu.Mian hyung.” Jelas Myungsoo membuatku secara spontan menatapnya.
Hyung? Hyung katanya? Jangan katakan bahwa mereka adalah 2 orang yang saling mengenal. Jangan katakan bahwa 2 namja ini memiliki suatu hubungan dekat yang tak pernah kuketahui sebelumnya. Jangan katakan bahwa aku terlibat lagi dalam lingkup cinta segitiga dengan Kris ataupun dengan Myungsoo. Tuhan hanya ada 2 mahluk inikah yang berjenis kelamin laki-laki di dunia ini? Haruskah aku berhubungan dengan 2 orang ini?
“oh, kurasa kalian butuh banyak waktu untuk berbicaradan menyelesaikan semuanya. Aku akan memberi kalian waktu.” Pamit Kris tersenyum getir beranjak meninggalkanku.
Aku hanya mematutkan mataku memandang kepergiannya. Mataku masih menatapnya lurus memperhatikan langkah kaki panjangnya tertuju. Terus memperhatikan pergerakan punggungnya hingga menghilang terbawa mobil hitam metaliknya.
“apa sebenarnya hubunganmu dengan Kris oppa?” tanyaku kemudian bersikap sewajarnya pada Myungsoo.
“oppa? Sedekat itukah kalian hingga kau memanggilnya oppa?” balas Myungsoo dingin tak langsung menjawab pertanyaanku.
“lalu bagaimana denganmu? Sedekat itukah hubunganmu dengannya hingga kau memanggilnya hyung? Eoh?” balasku tak mau kalah.
“ya! jangan mengalihkan pembicaraan.”
“ani. Bukan aku yang mengalihkan pembicaraan. Akulah yang terlebih dahulu menanyakan hubungan kalian.”
“itu bukan sesuatu yang perlu kau ketahui.” Jawab Myungsoo begitu menyebalkan.
Aku menghela. “kereom jika kau tak ingin menjawab. hidupku akan tetap baik-baik saja sekalipun aku tak mengetahuinya.” Ujarku bersiap melangkah meninggalkannya.
Myungsoo kembali mencengkram lenganku “bagaimana kau mengenalnya? Sedekat itukah kalian? apa sebenarnya hubungan kalian? Apa kau menyukainya?” tanyanya beruntun.
 Aku memandangnya sinis. “dan itu bukan sesuatu yang perlu kau ketahui.”
“mwo?” aku melepaskan tangannya. “terima kasih atas bantuanmu hari ini.” Ujarku meninggalkannya.
“Youngin-ah!” panggilnya lagi yang membuatku terpaksa berhenti.
“mworago?” aku berbalik enggan. Myungsoo memelukku secara tiba-tiba. Memelukku dalam dan menyingkirkan jarak diantara kami. Mendekapku hangat dan semakin mendekapku ketika kubergerak memberontak melawannya.
“nan jongmal bogoshippo. Aku merindukanmu dan pelukanmu.”
“itu bukan urusanku. Lepaskan aku.” Elakku memberontak.
“kumohon tetaplah seperti ini. Hanya 1 menit saja. Biarkan aku memelukmu seperti dulu.” Pintanya masih memelukku.
“aku masih menyukaimu. terlalu sulit bagiku untuk melepaskanmu dari sisiku. Aku ingin kita kembali,dapatkah kau melihatku lagi?” Ujarnya melepaskan dekapannya setelah sekian detik aku terus memberontaknya.
Aku mencoba setenang mungkin mengatur nafas dan detakan jantungku mendengar permintaannya. Terlalu naif jika aku menjawab iya setelah apa yang telah ia lakukan padaku. Cukup saat itu saja aku menjadi gadis bodoh yang mudah terperangkap rayuannya.
“apa kau baru saja dicampakkan oleh seseorang? Atau apa bagimu aku sebodoh itu?” cercaku menatapnya tajam.
“mwo?”
“menurutmu apa yang akan aku jawab setelah semua yang telah kau lakukan padaku? Dunia pastilah akan menertawakan diriku jika aku masih membuka hati untuk orang brengsek yang jelas-jelas telah menyakitiku.” Tutupku benar-benar meninggalkannya. Menghiraukan semua panggilannya yang terus memintaku menghentikan langkahku.
Shit.
>>> 
“nomor yang anda tuju sedang tidak dapat dihubungi. Silahkan ...” klik. Tutupku mengakhiri panggilanku. hanya jawaban standar dari operator yang aku dengar setiap berusaha menghubunginya.
Entah sejak kapan ia berubah manjadi petugas penerima pengalihan panggilan hingga jawaban itu saja yang aku terima. Dan entah sejak kapan aku mulai memperdulikanpengabaiannya itu. Kris-ah, kumohon hentikan permainanmu yang terus mengjindariku. Berhenti membuatku gila karena rasa bersalah.
 Aku mulai frustasi karena tak dapat menghubunginya. Ini sudah kesekian kali aku tak dapat menemuinya dan ini adalah hari kesekian aku tak dapat menghubunginya. Semuanya menjadi sulit setelah pertemuan rumit itu.
Aku berjalan lesu menyusuri jalanan setapak menuju tempat tinggalku. Ditemani semilir angin dan kegelapan malam, aku terus berusaha menata hatiku. Dan bertanya apa yang salah dengan sistem perasaanku.
Setelah hari itu aku tak dapat hidup tenang. Hidup bebas tanpa lilitan permintaan Myungsoo. aku tak tahu apa yang salah disini. Entah mengapa semuanya menjadi rumit. Tak ada yang harus kusesali dari apa yag telah aku ucapkan. Bukankah sudah sangat jelas bahwa apa yang kulakukan memang benar?
“ddddrrrttt.... ddddrrrttt...” poselku berdering. Kulihat nama Kris menyeringai di layar smartphoneku. Aku tersenyum, “ne, yeoboseyo!” sapaku pada orang di sebrang sana.
yeoboseyo!” balasnya serak.
“kau baik-baik saja?”
“tidak cukup baik setelah mengetahui apa yang terjadi antara kau dengannya.” Jawabnya seadanya.
“eh, apa maksudmu?” tanyaku hati-hati, berharap bahwa apa yang aku fikirkan adalah salah.
“selama ini aku fikir kau hanya tak mengerti semua perhatianku, sehingga apapun yang aku lakukan tak akan pernah menyentuhmu. Namun hingga hari itu aku sadar mengapa kau tak pernah melihat ketulusanku? Mengapa perhatianku tak pernahmenyentuhmu? Mengapa diriku tak pernah terlihat olehmu? Mengapa untuk mendapatkanmu aku harus merasakan semua pilu?”
“oppa...!”
“Youngin-ah, mianhae!” pintanya “aku menyukaimu. Mungkin kau sudah bosan dengan pengakuanku. Tapi aku hanya ingin kau tahu bahwa hingga detik dimana aku tak dapat menahan perasaanku, detik dimana aku tak dapat menghindarimu hingga detik aku terpuruk karenamu, aku masih ingin mencintaimu, ya pada detik ini aku masih ingin mengatakan aku mencintaimu. maaf karena telah membebanimu.” Jelasnya semakin serak.
“oppa, apa yang kau katakan?”
“jangan pedulikan aku jika kau memang masih ingin mencintainya. Aku telah terluka begitu parah karenamu. Menerima cintamu sebagai rasa iba tak akan mengubah apapun juga. Jadi, bahagialah bersamanya.”
“apa maksudmu? Apa kau ingin aku kembali dengan seseorang yang telah menyakitiku? Aku baik-baik saja. Tanpanya aku bahagia.” Elakku.
“benarkah?” kudengar suara tawa kecil darinya. “apa benar wajah seperti itu adalah wajah gadis yang tengah berbahagia?” pancingnya.
Aku menoleh ke sekitar. Mencari seseorang berwujud tegap dengan wajah tampan yang tengah berdiri dengan ponsel yang tergenggam dan memperhatikanku dari kejauhan. Namun sayang. Hingga beberapa langkah aku mencarinya tak kujumpai wujud sempurnanya.
“non eodiseo? Apa kau melihatku saat ini?” tanyaku penuh selidik.
“aku selalu melihatmu dimanapun kau berada. Itulah kekuatan cinta.” Godanya masih bersuara serak.
“berhenti menggodaku.” Ia tertawa, “Youngin-ah, kau perlu tahu. Myungsoo masih sangat mencintaimu. dan kau juga masih mencintainya. Tak ada alasan lagi mengapa kau harus menghubungiku untuk menjelaskan semuanya. Tak ada alasan lagi bagiku untuk memintamu menjadi milikku. Dan  tak ada alasan lagi untuk diriku berada diantara kau dengannya.”
“oppa, Myungsoo hanya masa lalu.”
“ia bukan masa lalumu. Ia adalah saat ini bagimu yang hanya sempat terhapus di masa lalumu.”
“tapi oppa...” sanggahku mulai runtuh dari pertahananku.
“berbaliklah dan lihat siapa yang telah menunggumu!” titahnya menutup panggilannya.
Aku terdiam melemas. Aku tak senang mendengar apa yang ia katakan sekalipaun itu semua memang benar. Ya, aku memang masih mencintainya. Masih membeku tak dapat melepaskan bayangannya. Namun aku tak ingin menjadi bodoh untuk kesekian kalinya karena terlalu menyayanginya. Aku membenci semua kebenaran ucapannya.
“Youngin-ah!” sapa suara dingin di balik punggungku.
Myungsoo berdiri tegap menatapku hangat sama persis dengan tatapan lamanya. Begitu dalam tiap memperhatikanku. Tak ada 1 jengkalpun pergerakanku yang terluput dari penglihatannya.
“apa yang kau lakukan di sini?” tanyaku dingin.
“hanya ingin memastikan apa yang aku rasakan memang benar.” Jawabnya datar.
“kepastian apa? Kurasa tak ada yang perlu kau pastikan.”
“aku dan Kris hyung. Jika ada yang ingin kau ketahui tentang hubungan kami.” Ia menghela dan berjalan mendekat.
“aku berteman cukup dekat dengannya karena hubungan kedua orangtua kami. Dan juga kami memiliki selera yang sama. Hampir semua yang ia benci akupun membencinya dan semua yang  aku sukai, juga ia sukai pula. Termasuk dirimu.”
“aku tak akan terkejut jika kami menyukai wanita yang sama. Namun aku tak dapat menerima jika yang ia sukai adalah dirimu. Seperti yang aku katakan sebelumnya. Aku belum bisa melepasmu dari benakku. Susah sekali menerima kenyataan bahwa Kris hyung begitu menyukaimu.” Ujarnya kian mendekat.
Aku tertenggun, “berhenti! Jangan mendekat! Jangan berdiri terlalu dekat denganku! Aku tak ingin lebih dekat lagi denganmu dan teringat semua kebusukanmu!” seruku menjulurkan lengan dan melangkah mundur.
“sebenci itukah kau denganku?”
“lebih dari yang kau lihat. Aku sangat membencimu, kau telah membuatku menjadi gadis yang benar-benar bodoh. karena itu, berhentilah muncul di hadapanku dan mengatakan semua kebohonganmu itu! Jangan lagi menemuiku setelah kau dicampakkan oleh wanita lain di hidupmu.”
“siapa maksudmu?”
“aku melihatmu bersama gadis lain di sebuah rumah makan Kim Myungsoo. Jangan katakan kau tak memiliki hubungan apapun dengannya jika kalian seakrab itu. dan sekarang kau menemuiku tanpa dosa seperti ini? Aku benar-benar tak dapat memahamimu.”
“lalu hubungan apa yang kau harapkan antara aku dengannya selain hubungan yang memang tak pernah ada seperti yang kau bayangkan?” tanyanya frustasi.
“jadi apa sekarang kau terikat sebuah hubungan dengan Kris hyung setelah ia mengusap air matamu pada makan malam itu?”
“mwo?”
“aku juga melihatmu dengannya. Jangan fikir aku tak melihatnya begitu lembut memperlakukanmu. Dan jangan fikir aku baik-baik saja setelah itu. Aku tahu Kris hyung begitu menyukaimu, tapi aku juga tahu masih ada sesuatu yang dapat kita benahi dari semua kesalahpahaman ini.”
Ia hanya diam melihatku yang menunduk tak sanggup menatap kedalaman tatapannya. Aku tak ingin menunjukkan padanya betapa aku tersiksa karena semua perasaan yang membelitku. Aku tak ingin ia semakin mudah mengambil alih lagi hatiku.
“lantas kebohongan apa lagi yang kau maksud? Tidakkah kau percaya dengan ketulusanku?” ujarnya kembali dingin dan mendekatiku lagi.
“aku bilang berhenti mendekat...” jeritku meneteskan sebulir bening air mataku.
Myungsoo mengabaikan perintahku. Ia terus mendekat hingga berhasil mengunciku dengan satu tangannya yang terulur bersandar pada dinding di belakangku. Hanya ada aku, ia dan jarak 5 cm saja diantara kami. Mata tajamnya semakin dalam menatapku dan kian mendekatkan wajahnya denganku.
Semakin dekat hingga dapat kurasakan dengan jelas hembusan nafasnya. Dan dapat dengan jelas pula aku mendengar degupan kencang jantungku karenanya. Ini adalah kali pertama ia sedekat ini denganku.
“apa ini kebohongan yang kau maksud itu?” bisiknya tepat di telingaku setelah sekian detik aku kesulitan mengatur ritme nafas dan jantungku. Setelah sekain detik aku tak dapat berkutik dalam dunia gelapku.
Ia melepaskanku, “apa kau fikir aku benar-benar berciuman dengan gadis lain yang tak kusukai?”
“mwo?”
“aku hanya membantunya mengenakan kalung. Ia bukan siapa-siapa. Sekalipun tak pernah terbesit di fikiranku menghianatimu ataupun mencium gadis yang tak kusukai. Kaulah satu-satunya gadis di hatiku saat itu, kini dan nanti. Aku masih mencintaimu Youngin-ah!” jelasnya.
Aku masih mencoba mencerna apa yang terjadi beberapa detik yang lalu. ketika aku tak dapat berkutik pada posisi yang begitu menyudutkanku. Masih mencoba menyisihkan anggapan bahwa apa yang ia katakan adalah benar.
“manis sekali ucapanmu.” Sindirku. “apa itu yang selalu kau ucapkan pada semua gadis yang kau campakkan dan meminta mereka kembali lagi padamu?”
“aku tak pernah mencampakkan gadis manapun dan tak pernah meminta mereka kembali. Karena selama ini hanya kau gadis yang kusukai. Tak ada yang lain.”
“tuan kim, berhentilah bersikap manis seperti ini. Bagiku kau hanya angin di masa laluku. Biarkan aku terlepas dari belenggu ucapan manismu. Cukup saat itu saja aku bodoh dan termakan ucapanmu.” Ujarku berbalik membelakanginya.
“Youngin-ah!” panggilnya. “apakah waktu selama ini belum cukup untuk mengubah pandanganmu bahwa itu hanya suatu kesalahpahaman yang tak semestinya ada.”
“kesalahpahaman? Kau bahkan tak memberiku penjelasan apapun saat itu. Mengapa kau baru mengatakannya ketika tak ada satupun yang dapat dibenahi dari hubungan ini?”
“apa kau benar-benar membutuhkan penjelasanku saat itu? Bukankah yang ingin kau percayai hanyalah apa yang kau lihat? Untuk apa aku bersusah payah menjelaskan sesuatu yang tak pernah kuperbuat? Selamanya sebuah kebenaran tak akan pernah menjadi benar selama kau tak menganggapnya benar.”
“sama halnya denganmu yang tak yang tak dapat mengubah presepsi Krystal tentang hubungan kita dulu hanya karena ia selalu menilai bahwa tak ada yang benar dari apapun yang kau ucapkan. Karena itu aku terus menunggu kapan kau akan mempercayai dan membenarkan apa yang aku ucapkan.”
Aku tertenggun dengan apa yang ia katakan. Selama ini yang aku fikirkan hanyalah sebuah kerancauan hubungan yang telah ia ciptakan. Aku tak pernah berfikir ini hanyalah sebuah kesalahfahaman.
“aku tahu aku ceroboh  karena telah membiarkanmu terlepas terlalu jauh dari sisiku. Terlalu lama membiarkanmu menungguku menjelaskan semua kejadian itu. Sekalipun aku memberimu waktu yang lebih lama lagi, dan kau tak dapat mengubah fikiranmu, bukankah semuanya hanya kesia-siaan belaka? Namun percayalah padaku, aku masih mencintaimu.”
Kami terdiam. Berdiam diri dalam kemelut fikiran kami. Aku masih mencerna semua yang ia katakan. Aku benar-benar takut bahwa ini hanya kasih semu yang ia ciptakan. Aku benar-benar takut terjatuh dilubang yang sama untuk kedua kalinya.
“kereom, sekarang apa yang harus aku lakukan? Aku benar-benar tak dapat membedakan mana yang benar dan mana salah. Semua ucapanmu, semua sikapmu dan perasaanku, itu semua bagaikan kabut semu yang berarak mengelilingiku.”
Myungsoo tersenyum, “kau hanya perlu mempercayaiku bahwa tak akan ada kata putus lagi diantara kita setelah ini.” Ujarnya mundur satu langkah.
Ia berlutut dihadapanku. Mengeluarkan satu kotak mungil dari kantong jaketnya. “Lee Youngin, maukah kau menjadi satu-satunya gadis dalam hidup Kim Myungsoo? menjadi satu-satunya gadis yang dapat membuatnya segila ini mengejar cinta dan kepercayaanmu kembali?” ungkapnya membuka kotak kecil itu dan memperlihatkan sebuah gantungan handphone kayu yang sama persis dengan gantungan yang aku buang dulu dan beberapa hari lalu kembali padaku.
Aku ragu. Masih berkutat dalam benakku, ‘dapatkah aku memparcayai ketulusannya itu.’ Aku menutup kotak manis yang ia persembahkan padaku dan menggenggam telapak tangannya yang terhalang kotak kecilnya itu.
“aku harap dunia tak akan menertawakanku karena telah menarik ucapanku. Aku harap bukan tangisan ataupun penyesalan setelah aku menerimamu kembali malam ini.” Ujarku perlahan. Ia tersenyum lalu bangkit.
Dan ~C h u~
Aku merasakan bibirnya yang menyentuh perlahan bibirku. Menciumku manis dan begitu lembut. Beberapa saat hingga ia tersenyum kembali menatapku.
Aku menyukai akhir bahagia dalam sebuah cerita. Aku harap Myungsoo adalah adalah akhir bahagia dalam hidupku dan saat ini adalah awal dari happy endingku.




-END-



yeee.... udah selesei deh yeee.... lo tau?? butuh 2 bulan lamanya gw ngebuat ff ini. butuh puluhan hari pula  gw ngegalau mikirin endingnya ff ini. yee.. dan gw seneng udah bisa nge-end ff ini heheh :D
buat yang ngeship "Young-Kris" gw minta maaf karena udah ngasih happy ending buat "Yung-Myung" as u know, i love "Young_kris" too, tapi kalo gw bikin happy ending buat "Young-Kris", pesan ff gw yang diawal gak bakalan kesampaian. jadi, gw emang sengaja bikin ending bwt Young-Myung,  tbh yang pengen gw sampein ke kalian readerdeul, SEKERAS APAPUN USAHA KALIAN NGEJELASIN SUATU KESALAHPAHAMAN KE SESEORANG, SELAMA ORANG ITU GAK MAU NENGOK DARI KACA MATA KALIAN, MAKA SEMUA ITU HANYA KESIA-SIAAN. jadi, bikin santai aja.
oh, berdasarkan survei yang udah gw lakuin, 10 dari 13 partisipan gw yang gw tnyain "pilih mantan atau cowok baru yang lebih sayang ke kalian?" menjawab pilih orang baru yang jelas2 lebih syang. ini maksudnya yang suka kris jadian sama youngin itu lebih banyak daripada youngin balikan sama myungsoo. karena sisanya yang cuman ada 3 itu pilih balikan sama mantan. duh seneng deh tenyata temen2 gw bukan orang2 yang susah moveon... hahah xD
 see u in next post :D. lain kali gw bakal bawa ff yang lebih cetar dari syahrini *duhSyahrini yang lebih racunisasi dari vickky dan lebih kece dari gw (?). gw udah siapin 1 ff special buat ultahnya suami masa depan gw si kris yang ultahnya jatoh tgl 6 november 2013 minggu depan. siap-siap yah!!! :D keep calm and read my FF see ya!!! pay pay :* 




 T.S.A (*,*)b

Tidak ada komentar:

Posting Komentar